BANK INDONESIA

Pemerintah dalam tugasnya membutuhkan dan menggunakan barang-barang dan perlengkapa. Alat tulis kantor, bahan kimia, obat-obatan, aspal, dsb. Persediaan menggambarkan sumber utama pendapatan.
Menurut PSAK No.14 tentang persediaan. Persediaan adalah aset:
1. Tersedia untuk dijual
2. Dalam proses produksi dan perjalanan
3. Dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk proses produksi dan jasa

Persediaan pemerintah :
1. Dipengaruhi karakteristik entitas pemerintahan
2. Sumber daya ekonomi dikelola tidak untuk tujuan mencari laba
3. Tujuan utama adalah meningkatkan kesejahteraan masyarkat melalui pelayanan.
4. Sumber pendanaan perpajakan

PSAP no. 5 menjelaskan sebagai berikut:
1. Barang atau perlengkapan yang dibeli dan disimpan untuk digunakan, misal :ATK, bahan pembersih, barang tidak habis pakai, lampu, gunting, stapler, dst.
2. Barang yang digunakan dalam proses produksi: bahan baku pembuat alat-alat pertanian, bahan baku KTP, dst.
3. Barang hasil proses produksi yang belum selesai: alat pertanian yang setengah jadi
4. Barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat dalam kegiatan pemerintah : karcis parkir dan bibit tanaman.
5. Barang yang disimpan untuk tujuan cadangan strategis: cadangan energi , cadangan pangan.

Pencatatan persediaan biasanya dilakukan dengan sistem perpetual dan periodik. PSAP mengatur bahwa persediaan diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh pemerintah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan anda. Dengan kata lain, pada saat diterima hak kepemilikan/penguasaannya berpindah. Pada akhir periode akuntansi, persediaan dicatat berdasarkan hasil investarisasi fisik.

Akuntansi komersial, persediaan diukur dengan LOCom (Lower of Cost or market). Akuntansi pemerintah, pengukuran persediaan sangat tergantung pada cara perolehan persediaan:
a. Pembelian dengan biaya perolehan
b. Produksi sendiri, dengan biaya standar
c. Nilai wajar, dengan donasi atau trampasan

Nilai pembelian dicatat dengan biaya perolehan persediaan terakhir atau FIFO.

Produksi sendiri diukur dengan biaya standar, meliputi biaya langsung yang terkait dengan persediaan yang diproduksi dan biaya tidak langsung yang dialokasikan secara sistematis berdasarkan ukuran-ukuran yang digunakan pada saat penyususnan rencana kerja dan anggaran. Jurnal yang dibuat pada saat proses produksi melainkan pada akhir periode sebelum membuat laporan keuangan.

Donasi disajikan dengan ilai wajar, meliputi nilai tukar asset atau penyelesaian kewajiban antar pihak yang memahami dan berkeinginan melakukan transaksi wajar. Selain donasi dan rampasan demikian juga penyajian persediaan bagi hasil pengembangbiakan ternak atau tanaman. Pencatatan dilakukan diakhir periode atau sebelum menyusun laporan keuangan.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2254028-persediaan-pemerintah/#ixzz1kTPWAogX